9 Mei 2011

Rangkuman Geografi: Keadaan Fisik Indonesia

* Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikelilingi 2 samudera dan 2 benua.
* Keadaannya yang dikelilingi 2 benua tersebut memengaruhi perubahan iklimnya.
* Indonesia merupakan negara tropis yang berada di letak astronomis/absolut 6 LU - 11 LS, 95 BT - 141 BT.
* Letak Geografis adalah letak yang didasari patokan geografis di sekitar bangunan tersebut. Contoh, Indonesia terletak diantara 2 benua dan 2 samudera.
* Letak Geologis adalah letak di permukaan bumi yang didasari batuan penyusun kerak bumi.
* 4 sifat dasar iklim Indonesia: Suhu rata-rata tahunan tinggi, Ada angin musim yang membawa musim kemarau dan hujan, Bebas dari angin taifun, Kelembaban udara dan suhu senantiasa tinggi.
* Letak Geologis Indonesia: Pertemuan 3 lempeng litosfer, Jalur pegunungan muda dunia (karena masih aktif), dan tempat peralihan benua dan dasar laut.
* Pertemuan gunung mediteranian adalah di Laut Banda.
* Fenomena El-Nino Southern Oscillation dan La-Nina juga memengaruhi musim. El-Nino memengaruhi Musim Kemarau, La-Nina memegaruhi Musim Hujan.
* Iklim Indonesia berubah setengah tahun sekali yang dipengaruhi Angin Musim/Muson.
* Angin Muson Tenggara (Krn bertiup dari Tenggara/Australia) adalah angin yang membawa musim kemarau ke Indonesia.
* Mengapa? Karena, pada bulan April-Oktober, Asia (BBU) mengalami musim panas dan Australia (BBS) mengalami musim dingin. Jadi, tekanan udara Benua Australia lebih tinggi daripada Asia, dan akhirnya angin bertiup dari Australia.
* Di Australia banyak terdapat gurun pasir, jadi angin yang bertiup cenderung kering dan membawa musim kemarau ke Indonesia.
* Sedangkan, bulan Oktober-April, BBS mengalami musim panas dan BBU mengalami musim dingin. Jadi angin bertiup dari Asia ke Australia. Karena melewati Laut Cina Selatan, angin cenderung membawa uap air dan membuat musim hujan di Indonesia.
* Puncak musim hujan tersebut antara Desember-Februari.
* Masa pancaroba (pergantian musim) di Indonesia yaitu tanggal 21 Maret dan 23 September saat matahari berada di atas Khatulistiwa.
* 1 derajat = 111 km, 15 derajat = 1 jam
* Garis bujur menentukan pembagian waktu. Garis lintang terendah adlh 0 drjt, tertinggi 90 drjt.
* Pertemuan BT dan BB ada di Samudera Pasifik dan menjadi Garis Batas Waktu Penanggalan Internasional.
* Patokan waktu di dunia adalah di Greenwich, Inggris. Namanya adalah GMT (Greenwich Mean Time), karena tepat di 0 drjt garis bujur.
* Khatulistiwa terletak di 0 derajat garis lintang.
* Indonesia mempunyai wilayah 46 derajat bujur, berarti 46:15 derajat=3. Jadi, ada 3 wilayah pembagian waktu di Indonesia.
* Pembagian Fauna di Indonesia banyak dipelajari oleh Alfred Russel Wallace, yang membuat Garis Wallace (pemisah wilayah Asiatis dengan peralihan atau Asiatic Australis)
* Ada juga garis Weber yang memisahkan wilayah peralihan dengan wilayah Australis.
* Flora/Fauna endemis adlh fl&fn yg hanya ada di tmpt itu atau tdk tersebar byk. Cth: Komodo, anggrek Tien Soeharto. Selengkapnya: disini (fauna) atau disini (flora)
* Sedangkan, pembagian Flora di Indonesia dipisahkan dengan Wilayah Indo Malayan (Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali) dan Indo Australian (Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua).
* Jenis Flora               Bagian Barat                 Bagian Timur
Meranti2an               Banyak                          Ada
Rotan                         Banyak                          Tidak ada
Hutan kayu putih       Tidak ada                      Ada
Matoa                        Sedikit                           Banyak, khususnya di Papua
Sagu                           Sedikit                           Banyak
Nangka                       Banyak                          Tidak ada
* Jenis tanah di Indonesia: tanah podsolik merah kuning (pelapukan batuan vulkanik dan sedimen masam, 2500-3000 mm/thn, prdktvts: rendah-sedang, perkebunan kopi, karet, kelapa sawit), latosol (pelapukan bahan induk batuan vulkanik, 2000-5000 mm/thn, tahan erosi, pro: sedang-tinggi), aluvial (endapan bahan yang dibawa aliran sungai, sangat subur), mediteran (pelapukan bahan induk batuan kapur, sedimen, dan tufa vulkanik, dataran rendah [0-400 m diatas permukaan laut], pro: rendah-sedang, 800-2500 mm/thn), andosol (pelapukan batuan induk tufa dan abu vulkanik, dataran tinggi [>1000 m diatas p. laut], pro: sedang-tinggi, 2500-7000 mm/thn), regosol (pelapukan batuan yang mengandung abu vulkanik dan batu pasir, kasar, isi: krikil/pasir, pro: rendah-tinggi), podsol (pelapukan batuan sedimen masam, dataran rendah, pro: rendah, utk perkebunan&perladangan), grumosol (pelapukan batuan kapur dan napal, retak2 di musim kemarau, dataran rendah, pro: rendah-sedang), renzina (coklat kehitaman, pelapukan batuan kapur, pro: rendah, tegalan, pdg rmpt, htn jati), litosol (<15 cm, tdk subur, di atas batuan induk/tdk sempurna), hidromorf kelabu (plpkn batuan sedimen masam yg sering terendam air vulkanik asam&batu pasir, dataran rendah, >2000 mm/thn, pro: rendah-sedang, genteng&batu bata), planosol (plpkn bahan endapan vulkanik di dataran rendah, 0-50 m diatas p.laut, <5000 mm/thn, persawahan tdh hjn&tegalan), organosol/gambut (bahan organik, di lahan rawa yg tergenang air), dan glei humus (hasil endapan bahan aluvial, <1500 mm/thn, byk air&bhn organik di lapisan atas yg membuatnya berhumus/subur, dataran rendah berawa, prswhn rawa&pasang surut).
* Makromonolit adlh sampel tanah yang diawetkan utk musium tanah. Kt kunci: 150 cm, tonjolan, dibebat kain, kering, nitroselulosa, jute, papan, bentuk, dermoplas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar